Mengigil menusuk tulang sumsum
beku relung hatiku
bukan karena rinai hujan
tapi rindu pada kekasih pujaan
Saat malam sepi
menggeliat rindu dalam sukmaku
torehkan nama di rongga rasa
kau yang selalu ku puja
Sekat gelap kian pekat
pejam mata tiada lena
rekat wajah membayang indah
di kosong jiwa hati merana
perih menindih
menahan siksa lama tak suka
Dalam sujud ku senandungkan
doa dan pinta dalam kata
merebah pada tangis pasrah
padamu Allah diri berserah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar