Kamis, 11 Desember 2014

Dia

Dia datang dengan senyuman.
Tetapi ia datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
Dia begitu indah
Dia begitu sempurna dimataku
Dia yg memberiku rasa yg t’lah lama aku lupakan
Dia yg mengobati luka hati ini
Dia yg kembali melukis pelangi yg t’lah lama memudar dihati
Tetapi kini dia pergi tanpa pamit
Tanpa sepatah katapun ia ucapkan padaku

Tapi biarlah jika memang dia harus pergi
Mungkin dia memang bukan seseorang yg tlah tuhan ciptakan untuk ku
Tuhan tlah mengambilnya kembali dari hidup ku
Karna ia tau bahwa dirinya tercipta bukan untuk ku ‘)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#page-loader{position:fixed!important;position:absolute;top:0;right:0;bottom:0;left:0;z-index:999999;background:#fff url('https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX7BiGmqzPdTMsAwOPt_7eGZt30yVtM7U21HzhlAU1oCJQDMF_nW9zFvMFriwpQAbNy4QJQG1kNM5ccVs3fbVq3EdeWSnV-B_JImIaYMzZ0evzpxnnKkhdWjYTCly42_MwEMJH6MNjNh5q/s128-no/loading.GIF') no-repeat 50% 50%;padding:1em 1.2em;display:none}