Kamis, 11 Desember 2014

dulu kawan sekarang lawan

Kawan…
Disaat dirimu tersenyum
Ku lempar senyum manis kepadamu
Senyum penuh kehangatan
Rasa kegembiraan
Dulu…
Kau begitu sangat manis
Semanis pribadiku
Bak cokelat madu
Tetapi…
Mengapa kau jadi begini?
Pribadimu berubah
Menghianati diri ini
Apa salahku kawan?
Disaat diriku terdiam
Kau mencari gara gara
Saat diriku melawan
Kau pojokkan diriku
Apa maumu?
Perasaanku mulai menangis
Aku menjerit
Kau tertawa
Inikah maumu, kawan?
Perasaanku mulai tersesat
Jiwaku mulai tersendat
Diriku mulai kesetanan
Dan akupun hancur,
Karena kau!
Kuingatkan satu hal padamu!
Jangan pernah salahkan aku!
Dan jangan pernah menyesalinya!
Yakin…
Akukan membalasmu
Mengutukmu
Membunuhmu
Dan mengubahmu menjadi sebongkah batu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#page-loader{position:fixed!important;position:absolute;top:0;right:0;bottom:0;left:0;z-index:999999;background:#fff url('https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX7BiGmqzPdTMsAwOPt_7eGZt30yVtM7U21HzhlAU1oCJQDMF_nW9zFvMFriwpQAbNy4QJQG1kNM5ccVs3fbVq3EdeWSnV-B_JImIaYMzZ0evzpxnnKkhdWjYTCly42_MwEMJH6MNjNh5q/s128-no/loading.GIF') no-repeat 50% 50%;padding:1em 1.2em;display:none}